Rembug stunting merupakan agenda tahunan. Tahun 2026 ini desa johogunung telah melaksanakan REMBUG STUNTING tepatnya pada tanggal 9 juli 2026. Tujuan dari rembug stunting ini sebagai upaya percepatan penurunan stunting. Data terbaru tahun 2026 desa johogunung memiliki 6 anak stunting. Dari ke 6 anak tersebut ada salah satu anak yang masuk gizi kurang. Anak gizi kurang ini diakibatkan karena adanya penyakit bawaan seperti jantung dan pernafasan. Sehingga tumbuh kembang anak kurang maksimal. Hal ini menjadi perhatian khusus pemerintah desa johogunung. Bidan Desa ( Erida Taufiq ) juga menyampaikan bahwa johogunung memilik data 15 anak dengan resiko stunting. Stunting itu sangat sulit untuk di kembalikan ke kondisi normal. Walaupun stunting ini bukan penyakit tetapi dampak dari stunting ini sangat bahaya untuk pertumbuhan anak di usia dewasa. Pencegahan stunting ini harus diawali dari remaja. Remaja yang mengalami menstruasi harus mengkonsumsi tablet penambah darah, agar tidak kekurangan darah/ anemia. Setelah remaja ada bumil yang harus diperhatikan. Bumil diusahakan tidak KEK jika bumil ini KEK maka sangat beresiko akan melahirkan anak yang stunting. Sehingga penanganan stunting itu tidk bisa hanya berfokus pada anak saja. Pada saat musyawarah REMBUG STUNTING bidan desa dan ibu ibu kader kesehatan mengusulkan adanya kelas pelatihan ibu dan anak dengan tenaga profesional.